Meneliti Masjid Cheng Ho, Seniman Singapura Mengunjungi Jember

Seorang seniman Singapura, Hao Pei Chu, sejak Selasa malam 9/10/2018 berkunjung ke Jember dalam rangka penelitiannya perihal jejak budaya Cheng Ho. Jember menjadi salah satu yang ia kunjungi karena di daerah Mangli, Jember terdapat Masjid Muhammad Chengho. “Masjid Muhammad Cheng Ho mulai dibangun pada tahun 2011, dan diresmikan pada 13 September 2015,” tutur Pak Lau, selaku perwakilan dari pihak masjid Cheng Ho Jember, saat kami: Iral dan Yongky bersama Hao Pei menemuinya. “Saat itu, saya diminta pak Sujanto, pihak masjid Cheng Ho di Surabaya, untuk membangun masjid Cheng Ho di Jember, lalu saya menemui pak Bupati Jember, M.Z.A. Djalal dan diberi lahan gratis. Biaya pembangunan masjid dikumpulkan dari donasi para pengusaha Cina baik yang Muslim ataupun non Muslim di seluruh Indonesia”, tutur pak Lau

Diskusi Hao Pei bersama pengurus masjid Cheng Ho Jember
Suasana diskusi Hao Pei bersama perwakilan pihak Masjid Muhammad Cheng Ho Jember

“Cheng Ho merupakan sosok Laksamana dari Cina yang mengarungi Samudra dengan 3.500 armada kapal. Ia menelusuri lautan dari Cina, Afrika, Asia Tenggara dan Timur Tengah. Namun jarang yang mengetahui bahwa Cheng Ho adalah seorang Muslim, “ tutur Hao Pei. “Masjid Cheng Ho merupakan perwujudan konsep Cina-Muslim. Saya menelusuri jejak kebudayaan tersebut di Indonesia dari mulai Sumatra sampai Jawa, dan sekarang sampai di Jember,” paparnya.

Masjid Muhammad Cheng Ho di Jember.
Masjid Muhammad Cheng Ho di Jember.

Pada kamis, 11/1/2018 forum diskusi bersama Hao Pei diadakan di Pawon Carklacer Art Space, pukul 19.00 atas inisiasi Famy dan Iral. Dalam forum tersebut, Hao Pei menjabarkan temuan penelitiannya, “Masjid Cheng Ho di Jember agak berbeda dengan masjid Cheng Ho lain yang saya kunjungi sebelumnya. Masjid Cheng Ho di Jember lebih besar dari yang ada di Surabaya dan lebih kecil dari yang ada di Purbalingga. Juga, masjid Cheng Ho di Jember tidak dijadikan tempat wisata, seperti masjid Cheng Ho yang saya temukan sebelumnya”.  Hao Pei juga menemukan bahwa Masjid Cheng Ho di Jember lumayan mewah dengan lantai dan pilar terbuat dari marmer, serta memiliki menara pagoda. Pagoda tersebut berfungsi seperti menara masjid sebagai pengeras suara Adzan di tempat ketinggian. Selain memaparkan temuannya, Hao Pei juga menyinggung soal pengalaman karya-karyanya sebelumnya. Salah satunya ketika membuat karya tugas akhirnya berupa instalasi tentang kritik terhadap kerusakan lingkungan di Singapura.

IMG-20180113-WA0007
Suasana forum diskusi bersama Hao Pei di Pawon Carklacer Art Space

Peserta forum turut aktif terlibat dalam diskusi. Antusiasme terlihat dari banyak pertanyaan dan saran yang muncul yang memberi timbal balik terhadap penelitian Hao Pei. Salah satunya, peihal tokoh Wali Songo dan beberpa tokoh Muslim yang punya darah keturunan Cina. Yang juga turut dianggap memiliki keterkaitan genetis dengan Cheng Ho atau pasukan armadanya.

Setelah dari Jember, Hao Pei mengunjungi Banyuwangi dengan maksud yang sama; meneliti masjid Cheng Ho di sana. Luaran dari proyek penelitiannya adalah mengadakan pameran karya. “Saya berharap bisa mengunjungi Jember lagi dan bertemu teman-teman di Jember lagi. Mungkin bisa mendiskusikan kembali hasil karya saya dari penelitian ini.” tuturnya sejenak sebelum pamit, jumat pagi, 12/1/2018.

 

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*