PEMBERITAHUAN PUBLIK: PEMBATALAN PELAKSANAAN ACARA SEKOLAH KRITIK BUDAYA DI FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS JEMBER

Kawan-kawan yang kami hormati,

Sebagaimana sudah beredar dalam publikasi via poster cetak dan media sosial (FB, Page FB, dan instagram), Sekolah Kritik Budaya Angkatan I (selanjutnya disingkat SKB I), yang diselenggarakan Matatimoer Institute bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember akan diselenggarakan  pada 18-19 Mei 2017, Kamis-Jumat, di Aula FIB UNEJ. Dalam perkembangannya, ada beberapa permasalahan yang membutuhkan tanggapan dan tindakan secepatnya.

  1. Pembantu Dekan II FIB UNEJ (selanjutnya disingkat PD II) melayangkan surat panggilan resmi kepada Saudara IKWAN SETIAWAN, selaku dosen FIB UNEJ dan salah satu pendiri Matatimoer Institute, pada tanggal 8 Mei 2017, siang dan harus menemui pejabat terkait pada pukul 15.00 WIB untuk kepentingan klarifikasi. Dalam pertemuan, PD II menanyakan format kerjasama. Maka, Saudara Ikwan Setiawan menjelaskan kronologi kesepakatan kerjasama dengan Pembantu Dekan I FIB UNEJ (selanjutnya disingkat PD I). Kerjasama yang kami maksudkan bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkati isu gender, posmodernisme, psikoanalisis, dan poskolonialisme. Kerjasama yang terjadi memang tidak didasari kesepakatan tertulis karena didasari prinsip saling percaya, apalagi di FIB juga ada acara rutin bulanan, workshop teori, yang ditujukan untuk mahasiswa dan dosen. Maka, diputuskan bahwa SKB I ini bisa diposisikan sebagai pengganti workshop di bulan Mei. Sebagai konsekuensinya, pihak Dekanat (melalui Pembantu Dekan I) akan mengizinkan pemakaian AULA FIB sebagai tempat pelaksanaan SKB.
  2. Ternyata pada saat bersamaan, pada tanggal 18-19 Mei Aula FIB UNEJ tidak bisa digunakan untuk kegiatan persiapan (18 Mei) dan pelaksanaan (19 Mei) Yudisium. Semua acara lain harus dibatalkan karena YUDISIUM SARJANA FIB UNEJ merupakan kegiatan akademis yang harus dinomorsatukan. Perlu diketahui panitia SKB I sudah merancang jadwal jauh hari. Namun, karena pelaksanaan Yudisium Sarjana berdasarkan terpenuhinya kuota, maka pelaksanaan kegiatan lain harus dibatalkan. Selanjutnya Saudara Ikwan Setiawan juga mengusulkan untuk menggunakan Home Theatre FIB UNEJ. Usul tersebut tidak bisa diterima, karena selama pelaksanaan Yudisium Sarjana, Home Theatre juga difungsikan untuk tempat transit para anggota Senat Fakultas. Atas penjelasan tersebut Saudara Ikwan Setiawan bisa memahami. Dengan adanya keputusan PD II FIB UNEJ, maka kerjasama antara Matatimoer Institute dengan FIB UNEJ yang sebelumnya sudah dibicarakan dengan PD I yang membawai bidang akademik dinyatakan BATAL. Konsekuensi dari pembatalan kerjasama tersebut adalah PEMBATALAN PELAKSANAAN ACARA SEKOLAH KRITIK BUDAYA ANGKATAN I di FIB UNEJ.
  3. Pada tanggal 9 Mei 2017, 08.30 WIB, Saudara Ikwan Setiawan menghadap DEKAN FIB UNEJ untuk menjelaskan persoalan pembatalan kerjasama dan kegiatan SKB I di Aula FIB UNEJ. Kepada DEKAN Saudara Ikwan Setiawan menjelaskan kronologi dan hasil kesepakatan dengan PD II. Secara pribadi, DEKAN sangat menyayangkan pembatalan SKB I dan mengharapkan kerjasama di masa mendatang. Selain itu, DEKAN juga menjelaskan tentang adanya ketidaksukaan beberapa pihak di luar dan di dalam UNEJ terhadap salah satu narasumber yang dihadirkan, Dr. Dede Oetomo, karena dianggap akan mengkampanyekan LGBT. Atas prasangka tersebut Saudara Ikwan Setiawan mengatakan bahwa itu semua tidak benar karena Kelas Gender ditujukan untuk membicarakan persoalan dan kompleksitas gender secara akademis. Jadi, kalaupun ada pihak-pihak yang tidak setuju semestinya bisa hadir untuk mendebat paparan pemateri secara akademis. Bukannya, menstigma pribadi pembicara tersebut. DEKAN bisa menerima argumentasi tersebut, namun untuk keputusan pembatalan kerjasama dan kegiatan SKB I memang menjadi wewenang PD II yang membawahi urusan kepegawaian, keuangan, dan prasarana. Apalagi, memang pada 18-19 Mei AULA dan Home Theatre digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan Yudisium Sarjana FIB UNEJ. Saudara Ikwan Setiawan juga menyampaikan bahwa Matatimoer Institute tidak menyalahkan pihak Dekanat FIB UNEJ atas pembatalan ini karena memang menyangkut masalah administratif, tetapi ia sangat menyayangkan ada pihak-pihak tertentu dari luar atau dari dalam UNEJ yang hanya melihat kegiatan akademis dari pembicaranya padahal tidak ada sama sekali unsur kampanye LGBT.
  4. Pada tanggal 8 Mei 2017, jam 06.27 WIB, sebuah akun di FB atas nama ME (inisial) yang menandai 48 temannya mengunggah status dengan judul BENARKAH JEMBER AKAN KEDATANGAN TOKOH LGBT INI? Ia juga melampirkan poster promosi yang di situ ada foto pemateri Kelas Gender, Dede Oetomo dengan beberapa materi yang akan beliau sampaikan. Berikut ini isi lengkap dari unggahan ME: “LGBT atau GLBT adalah akronomi dari “lesbian, gay, biseksual, dan transgender”. Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa “komunitas gay” karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan, dan dalam sejarah Islam adalah KAUM LUTH. LALU, apa maksudnya ini? Sedangkan LGBT bertentangan dengan syariat Islam pada khususnya. Mohon bantuannya untuk kroscek kebenarannya informasi ini, saya sudah hubungi kawan dosen di Universitas tersebut, masih belum ada telepon.” Segera setelah ia mengunggah status tersebut, beberapa kawannya memberikan beragam komentar yang MENOLAK, MENGECAM, dan MENGANCAM pelaksanaan acara tersebut. Menanggapi ancaman tersebut, Matatimoer Institute tidak mempermasalahkannya, tetapi sudah mencatat nama akun bersangkutan.
  5. Pada tanggal 13 Mei 2017, dua panitia acara, Saudara Brujessi dan Nindi, mendapatkan pesan via WA yang yang meminta PEMBATALAN acara SKB I. Para pengirim pesan itu mengancam akan mengerahkan massa untuk membubarkan acara tersebut apabila SKB I tetap dilaksanakan. Kedua panitia sampai ketakutan karena mendapatkan ancaman dan teror tersebut. Bahkan panitia sudah memberikan PENJELASAN bahwa Kelas Gender adalah merupakan kajian akademis untuk membincangkan persoalan dan kompleksitas gender dalam masyarakat. Namun pihak pengancam tidak bisa menerima penjelasan tersebut karena ia menganggap pemateri yang akan kami datangkan adalah tokoh LGBT yang harus ditolak. Semua ancaman melalui WA sudah kami simpan dalam bentuk screen shot. Ancaman dan teror tersebut sungguh-sungguh mencinderai prinsip-prinsip akademis yang seharusnya dijunjung tinggi dalam usaha untuk mendapatkan pengetahuan. Atas perasaan tertekan dan terteror, kami mendiskusikannya secara serius karena menyangkut rasa aman dua mahasiswa yang tengah menempuh studi.
  6. Ternyata kiriman pesan WA beruntun yang diterima oleh kedua panitia tersebut bersumber dari seruan BEP S.S (Humas LIJ, Laskar Islam Jember) yang menyeru kepada ‘umat Islam di Jember’ untuk meminta kepada panitia untuk membatalkan kedatangan pemateri gender, Dr. Dede Oetomo. Kalau tidak dibatalkan dia mengatakan bahwa ‘umat Islam Jember’ akan datang ke tempat cara dan membubarkan paksa acara. Ia juga meminta kepada pihak-pihak yang terkoneksi dengan Rektorat UNEJ dan Dekanat FIP diharapkan melayangkan keberatan atas akan berlangsungnya acara tersebut. Bahkan dikatakan bahwa FPI akan membuat laporan ke aparat keamanan. Kalau acara tetap dilaksanakan maka LIJ akan mengerahkan massa untuk pembubaran acara tersebut. Adapun alasan mereka adalah acara dianggap mengganggu kebhinekaan Indonesian yang dilandasi semangat Pancasila yaitu melanggar norma-norma sosial dan ketuhanan yang Mahaesa. Sangat disayangkan bahwa acara yang murni kajian akademis untuk memberikan tambahan kerangka teoretis dan pengetahuan tentang gender harus dihadapi dengan ancaman pengerahan massa. Semua pesan WA itu kami simpan.

Menanggapi dan menimbang kondisi-kondisi di atas, kami melakukan konsolidasi. Berikut ini adalah hasil dari konsolidasi tersebut.

  1. Bahwa PELAKSANAAN ACARA SKB I DI FIB UNEJ DIBATALKAN karena permasalahan administrasi dan menghindari ketidaknyamanan serta potensi ancaman dari pihak-pihak yang kami sebutkan di atas. Alasan administrasi karena berbenturan dengan jadwal YUDISIUM SARJANA FIB UNEJ bisa kami terima karena itu memang agenda wajib fakultas. Untuk alasan kedua, memang sangat disayangkan karena kegiatan akademis harus dihadapi dengan ancaman-ancaman yang memunculkan perasaan tertekan dan terteror pihak panitia serta kekhawatiran pihak kampus. Matatimoer Institute sendiri menyadari bahwa sebagai lembaga kajian, kami tidak ingin menimbulkan permasalahan di Kampus sebagai institusi terhormat, tempat manusia-manusia mencari, mendapatkan, dan memperdebatkan pengetahuan.
  2. Dengan PEMBATALAN ACARA SKB I di FIB UNEJ bukan berarti bahwa Matatimoer Institute takut terhadap ancaman-ancaman dari pihak-pihak memandang Dr. Dede Oetomo yang secara stigmatik tanpa mau terlebih dahulu memahami materi gender yang ia sampaikan. PEMBATALAN ini semata-mata untuk menghormati pelaksanaan Yudisium Sarjana FIB UNEJ, menghindari kekhawatiran pihak Dekanat akan aksi pengerahan massa yang bisa mengancam kenyamanan kegiatan akademis di kampus, serta menghadirkan rasa aman dan bebas dari perasaan terteror kepada kedua panitia, Brujessi dan Nindi, dua mahasiswa yang masih menempuh kuliah.
  3. Kepada pihak-pihak yang meminta dan mengancam penyelenggaraan acara ini, kami MOHON untuk tidak mengirimkan lagi pesan yang bernada ancaman kepada dua panitia, BRUJESSI dan NINDI. Mereka berdua adalah mahasiswa yang sedang mencari ilmu dan membutuhkan ketenangan suasana batin. Bagaimanapun juga pesan via WA secara beruntun yang bernada ancaman akan memunculkan ketakutan dan kecemasan yang mengganggu proses belajar mereka berdua.
  4. Kepada KAWAN-KAWAN yang sudah mendaftar sebagai PESERTA SKB I kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas PEMBATALAN SKB I di FIB UNEJ. Hal-hal terkait administrasi dan keputusan-kuputusan lanjut terkait kegiatan ini akan kami sampaikan secara personal kepada seluruh peserta.
  5. Kepada pihak DEKANAT FIB dan REKTORAT UNEJ yang merasa kurang nyaman dengan permasalahan yang ditimbulkan dari publikasi SKB I ini, Matatimoer Institute menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Semoga di masa mendatang tetap bisa dijalin kerjasama strategis untuk pengembangan akademis.
  6. Kepada semua pemateri terundang yang berasal dari luar Jember seperti Dr. Dede Oetomo dan Muhammad Al-Fayyadl dan semua pemateri dari Jember kami sampaikan PERMOHONAN MAAF sebesar-besarnya atas PEMBATALAN PELAKSANAAN SKB I di FIB UNEJ. Kami akan segera menghubungi para pemateri secara personal.
  7. Kepada semua pihak dan kawan yang merasa diugikan dengan PEMBATALAN SKB di FIB UNEJ kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Sungguh tidak pernah ada niatan kami untuk membatalkan acara ini. Kondisi-kondisi di ataslah yang menjadikan kami harus membatalkan keputusan.

Demikian PEMBERITAHUAN PUBLIK ini kami sampaikan dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian dan maklumnya kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Jember, 13 Mei 2017

TTD

 

Matatimoer Institute

Share This:

About Matatimoer 8 Articles
Adalah lembaga yang bergerak dalam bidang penelitian budaya dan pemberdayaan komunitas

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*