Menelisik relasi tekstual-kontesktual: Narasi film dan televisi dalam paradigma kajian budaya

March 21, 2016 Ikwan Setiawan 0

Mengkuti perspektif representasi—salah satu perspektif teoretis dominan dalam paradigma cutural studies—sesederhana apapun sebuah narasi film maupun program televisi selalu berjalin-kelindan dengan persoalan-persoalan sosial, ekonomi, politik, gender, dan kultural dalam bentuk cerita-cerita yang sudah diseleksi sedemikian rupa dan tidak terlalu jauh dari peta konseptual masyarakat. Karena praktik representasi dalam kerja-kerja film dilakukan oleh para sineas yang menjadi bagian dari sebuah masyarakat atau komunitas, struktur naratif yang ada juga tidak bisa dilepaskan dari pandangan dunia dalam memandang persoalan-persoalan tertentu dalam masyarakat yang terhubung dengan norma dan prinsip tertentu dari sebuah kelompok atau kelas sosial. Inilah yang menjadikan representasi bersifat ideologis. Dalam artian, makna dan wacana yang ada dalam narasi film memiliki kecenderungan untuk merespons permasalahan dalam masyarakat secara kreatif berdasarkan formasi wacana dominan yang berkembang.

Bukan (sekedar) catatan, bukan (sekedar) warisan: Definisi, signifikansi, dan sinergi dalam perlindungan warisan budaya tak benda

March 21, 2016 Ikwan Setiawan 0

Pertama-tama, saya akan mengupas beberapa pemahaman dasar terkait Warisan Budaya Tak Benda dan ranah-ranah kultural yang bisa dimasukkan ke dalamnya sesuai dengan Konvensi 2003. Kedua, signifikansi perlindungan terhadap WBTB dalam konteks lokal, nasional, dan global. Ketiga, peran yang bisa dimainkan pemerintah, komunitas, LSM, dan akademisi dalam perlindungan WBTB. Paling tidak, tulisan singkat ini bisa memberikan pemahaman awal betapa membincang WBTB bukan sekedar membanggakan dan mencatat keunggulan warisan kultural bangsa ini, tetapi membutuhkan kebijakan pemerintah yang jelas serta sinergi antarelemen dalam masyarakat sehingga aktivitas perlindungan sebagaimana diidealisasi oleh UNESCO bukan sekedar menjadi utopia di tengah-tengah semakin kuat dan massifnya pengaruh budaya global yang berpotensi menyeragamkan kekayaan kultural masyarakat lokal.