Merawat dan meng-investasi tradisi: Politik identitas berbasis budaya Using dan Tengger pasca Reformasi

March 19, 2016 Ikwan Setiawan 0

“Politik identitas juga mesti dibaca secara dinamis, dalam artian tidak hanya berdasarkan satu dalil teoretis saja. Apa yang mesti dibaca lebih lanjut adalah bahwa paradigma esensialisme identitas yang membayangkan adanya sebuah poros kultural dalam masyarakat yang berlangsung dari masa lalu hingga masa kini serta memberi manfaat bagi para anggotanya, kurang tepat—bukan berarti tidak boleh—digunakan untuk membaca politik identitas di hari ini.”